Skip to main content

Pendaftaran Seminar




BELAJAR BERSAMA, SUKSES BERSAMA (LSA)

Sobat intelligent investor yang saya banggakan, tak terasa tahun 2019 hampir tutup buku.

Tahun ini menjadi istimewa karena visi saya membentuk sebuah komunitas investor yang bisa berkumpul secara rutin terwujud. Dari 7 kali gathering di Jakarta dan 2 kali di Surabaya, saya mendapat lebih dari 350 sobat baru dari berbagai kalangan, beragam usia. Ada yang hanya ikut sekali, tapi banyak juga yang ikut berulang-kali. Namun tujuan mereka sama: belajar investasi, bukan spekulasi, secara baik dan benar agar sukses.

Melihat semangat ini, di tahun 2020, saya akan dedikasi 6 kali gathering di Jakarta Design Center (JDC) untuk komunitas yang saya beri nama “HUNGRYSTOCK- The Intelligent Investor Community”. Mottonya adalah: “Stay Hungry, Stay Wealthy”. Visinya, menjadi investor yang cerdas (intelligent, rational) dan sukses (smiling), seperti digambarkan oleh Benjamin Graham di buku legendarisnya.

Silahkan catat di agenda tanggal gathering 2020, semuanya di hari SABTU.
18 Januari, 14 Maret, 9 Mei, 22 Agustus, 31 Oktober dan 12 Desember

Di luar 6 kali gathering ini, saya dedikasikan 6 kali gathering lainnya (di bulan berbeda) untuk investor/member baru dengan topik yang standar/basic (Value Investing, Fundamental Analysis, Interpreting Financial Statement).

Untuk 18 Januari 2020, Guest Lecture dari Dr. Tan Choong Koay (PHEIM Asset Management, Author of bestselling book “Rising Above Financial Storms”) yang khusus diundang dari Singapore, sesi temu emiten akan diisi oleh investor relation PT. Tunas Baru Lampung, Tbk (TBLA). Agenda gathering lainnya akan segera diinfokan.

Konsep gathering 2020 adalah bedah buku (untuk pertajam teori), bedah saham (untuk pertajam skill) dan temu emiten (untuk pertajam wawasan). Kunjungan ke perusahaan minimal sekali setahun juga diagendakan.

Dukungan pendanaan dari community member tentu sangat diharapkan. Untuk efisiensi administrasi, saya ingin membentuk “core community member” yang bersedia berkontribusi sekaligus untuk 6 kali gathering 2020 PLUS 1 kali kunjungan ke perusahaan. Besarnya kontribusi adalah Rp 5 juta, dan akan mendapat BONUS 1 buku “Rising Above Financial Storms” senilai Rp 300.000.  WA group akan dibentuk khusus untuk core member HS, agar informasi-informasi pasar modal/emiten bisa segera disampaikan.

Kontribusi bisa ditransfer ke rekening yang sama seperti saat anda mendaftar gathering, buktinya di WA ke Nicholas. Deadline: 31 Desember 2019. (Catatan: jika ada yang berhalangan hadir di 2020, seat-nya bisa dipakai untuk gathering 2021 dengan syarat memberitahu H-2 dan maksimal 2 kali tidak hadir).

Yuk, bersama-sama kita meraih kesuksesan investasi, dan membesarkan komunitas yang keren ini.

Salam hormat (LSA).

UNTUK PENDAFTARAN SILAHKAN WA KE 0812 8500 1699 [NICHOLAS]

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

LO KHENG HONG DAN SAHAM PANIN FINANCIAL

Follow my IG: lukas_setiaatmaja  IG: hungrystock PNLF yang dahulu dikenal sebagai PT Panin Life Tbk berdiri pada tahun 1974 sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa, dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1983. PNLF juga memiliki 46 persen saham PT. Panin bank, Tbk (PNBN). Maka dengan membeli saham PNLF, investor memiliki bisnis asuransi jiwa dan bank sekaligus.  LKH membeli 850 juta saham PNLF pada Kwartal 3 tahun 2011 di harga sekitar Rp100 per saham. Laporan keuangan PNLF per akhir Juni tahun 2011 menunjukkan PNLF memiliki aset Rp 9 trilyun, total utang Rp3,1 trilyun dan total ekuitas Rp5,9 trilyun. Jumlah saham beredar adalah 24 milyar. Artinya, nilai buku per saham saat itu adalah Rp241. Padahal harga pasar saham hanya Rp100 (sekitar 41% dari nilai buku). Kinerja keuangan PNLF termasuk bagus. Penghasilan bersih PNLF di semester pertama 2011 adalah Rp1,5 trilyun, laba bersihnya Rp308 milyar dan laba per sahamnya Rp 12,8.  LKH te

LO KHENG HONG DAN SAHAM BUMI (PART 1)

Follow my IG: lukas_setiaatmaja IG: hungrystock Minggu ini kita akan belajar bagaimana LKH mebuat cuan dari berinvestasi pada saham perusahaan batubara. Dua tahun terakhir ini banyak investor/trader saham yang tahu LKH pernah memiliki saham PT. Bumi Resources, Tbk (BUMI). Maklumlah, LKH mengoleksi BUMI dalam jumlah yang cukup besar dalam jumlah cukup besar. Apalagi setelah saham BUMI turun terus sejak Maret 2013 dan sempat pingsan di harga terendah Rp50 pada periode Agustus 2015 s/d Juni 2016. Mereka sering mengaitkan LKH dengan saham BUMI yang harganya tinggal gocap (Rp50). Saya akan menulis tentang kisah ini minggu depan. Banyak yang tidak tahu bahwa LKH pernah membeli saham BUMI sebelumnya, yakni pada Januari 2009. Mari kita belajar bagaimana LKH memanfaatkan kesempatan yang dilahirkan oleh Krisis finansial global (subprime mortgage crisis) tahun 2008. Harga saham BUMI mulai naik sejak awal 2007 (Rp 900), mencapai puncaknya pada awal Juni 2008 (Rp8.750). Awal 2008 I

LO KHENG HONG MENYULAP SAHAM KERTAS

Artikel Lukas Setia Atmaja (LSA) ini pernah diterbitkan di Kolom Wake Up Call harian KONTAN. Hasil interview LSA dengan Lo Kheng Hong. IG: hungrystock IG: lukas_setiaatmaja Januari 2017, Lo Kheng Hong (LKH) membeli 31,7 juta saham PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk (INKP). Indah Kiat adalah perusahaan multinasional yang memproduksi kertas dan pulp. Didirikan pada tahun 1981, perusahaan ini menjadi perusahaan publik pada tahun 1990. Mengapa LKH tertarik membeli saham INKP yang sudah bertahun-tahun tidak naik harganya? (Lihat Grafik Harga Saham INKP). Dari tahun 2010 hingga 2016, harga saham INKP cenderung stabil di harga Rp1.000. Saham PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk (1990 – 2019) Sumber: www.reuters.com “Karena membeli saham INKP di Januari 2017, maka saya melihat laporan keuangan INKP per akhir September 2016,” Kata LKH. Ia melihat laba bersih INKP sebesar USD 97 juta. Sedangkan laba bersih di akhir Juni 2016 adalah USD